Kab. Mojokerto Jatim (MTsN 1 Mojokerto). Berkaitan dengan agenda kegiatan madrasah, MTsN 1 Mojokerto menggelar workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Workshop dimulai pada Rabu, (21/1) s.d Jumat (23/1) tahun 2026. Bertempat di RKB MTsN 1 Mojokerto. Moda kegiatan yang dilaksanakan secara luring dan hari terakhir pelaksanaannya secara daring. Narasumber dalam workshop ini adalah M. romli, S.Pd., M.Pd.I dan Sutrisno, S.Pd., M.Si selaku pengawas madrasah.

Dalam pembukaan workshop, Nur Kholis selaku kepala MTsN 1 Mojokerto menyampaikan laporan, di antaranya “Dasar hukum pelaksanaan workshop KMA nomor 1503 tahun 2025 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Agama Nomor 450 Tahun 2024 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum pada Raudhatul Athfal, Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah, dan Madrasah Aliyah Kejuruan. Keputusan ini menjadi dasar bagi satuan pendidikan madrasah dalam melaksanakan kurikulum yang menekankan pada Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta, sebagai penyempurnaan terhadap implementasi kurikulum sebelumnya,” paparnya sekaligus menjelaskan waktu pelaksanaan workshop dan  jumlah peserta. Selain itu, juga disampaikan perkembangan kondisi GTK, jumlah murid, dan kelas peminatan tahfidz, multimedia, bilingual, LPDCI, reguler. Disampaikan juga laporan prestasi dan persentase siswa yang melanjutkan ke pendidikan lanjutan, yaitu 92,28% diterima di SMAN/SMKN/MAN/SMA Taruna dan di SMA/SMK/MA swasta berjumlah 7,72%.

Berikutnya arahan dari Muttakin selaku Kepala Kankemenag Kab. Mojokerto. Dalam amanatnya disampaikan, “Berangkat dari asumsi sederhana, awal kurtilas dilaunching, secara massif, terstruktur, tersistem. semua lembaga melaksanakan kurikulum tersebut. Hari ini kita juga menjalani kondisi tersebut. Dalam KBC, penekanan pada sisi humanitas. Perubahan regulasi dalam kurikulum itu disikapi sebagai sesuatu yang wajar/sesuatu yang perlu dilakukan. Selamat menjalankan KBC dan Secara simultan mengimplementasikan KBC dilingkungan madrasah,” jelasnya menambahkan bahwa, “workshop ini sebagai langkah membangun madrasah sebagai branding pilihan masyarakat.”

Workshop diikuti dengan semangat oleh seluruh guru MTsN 1 Mojokerto. Kegiatan berlangsung interaktif dan aktif serta sesuai jadwal yang ditentukan. Hal tersebut tampak dalam tanya jawab antara peserta dan narasumber yang menjelaskan materi secara rinci serta menarik. Penugasan dilaksanakan berdasarkan materi yang diberikan. (Kin/Fath)